gravatar

Waktu Kecilnya Penuh Nestapa, setelah “The Oprah Wimfreh Show”

 

                    Oprah Winfrey (foto: Hollyscoop)

Oprah Winfrey (foto: Hollyscoop)

LOS ANGELES- Pembawa acara termahal di dunia masih ditempati Oprah Winfrey . Pembawa acara The Oprah Winfrey ini mendapatkan bayaran USD315 juta atau Rp2,8 triliun pertahunnya.

Pembawa acara yang memilih pensiun September 2011 ini berada di posisi pertama, kemudian disusul Judge Judy Sheindlin dan David Letterman yang digaji USD45 juta (Rp404 miliar) dan USD28 juta (Rp251 miliar), dikutip okezone dari Showbizspy, Jumat (13/8/2010).

Sedangkan aktor komedi termahal ditempati Charlie Sheen, dia menerima USD1,25 juta (Rp 11 miliar) persatu episodenya dalam drama komedi 'Two and a Half Men'. Pendapatan ini dua kali lipat dari pemeran pembantunya drama komedi tersebut, Jon Cryer, USD550 (Rp4,9 miliar). Jon menempati posisi kedua.

Masa kecilnya penuh dengan kisah nestapa. Namun, semua itu justru memberinya

segudang inspirasi menuju kesuksesan besar bersama acara yang dibawakannya, The Oprah Winfrey Show.

Oprah Gail Winfrey. Sinar kehidupannya bersinar terang semenjak membawakan acara bincang-bincang The Oprah Winfrey Show. Melalui program acara yang bertahan selama 24 itu, Oprah bermetamorfosis dari seorang gadis miskin dengan kisah hidup kelam menjadi selebriti dunia bergelimang harta dan kesuksesan. 

Lahir di Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat, 29 Januari 1954, Oprah tumbuh di lingkungan keluarga miskin. Ia dibesarkan oleh neneknya, Hattie Mae Lee, di sebuah peternakan kecil. Saking miskinnya, sang nenek membuatkan baju-baju Oprah dari karung goni. Namun, sang nenek mendidiknya dengan baik sebagai anak yang religius dan cerdas. Di usia 3 tahun, Oprah sudah dapat membaca Injil dengan lancar.

Menginjak usia 6 tahun, Oprah diboyong ibunya ke Milwaukee, Winconsin. Ibunya, Vernita, kebetulan mendapat pekerjaan sebagai pembantu di kota itu. Sementara ayahnya , Vernon Winfrey, pergi sejak Oprah masih dalam kandungan. 

Di Milwaukee, kehidupan Oprah kian suram. Bersama ibu dan dua saudara tirinya, Oprah terpaksa tinggal dalam satu kamar sempit. Profesi yang dimiliki sang ibu juga membuat Oprah tumbuh tanpa perhatian dan kasih sayang penuh keluarga.

Oprah kehilangan kendali atas hidupnya setelah secara berulang mengalami pelecehan seksual oleh paman dan sepupunya. Selama lima tahun sejak usia 9 tahun ia menjadi budak seks yang berujung pada kehamilan. Sayang, bayinya meninggal sesaat setelah lahir. Dalam The Oprah Winfrey Show, ia mengenang kisah itu sebagai kesalahan besar karena ia tak pernah mengadu kepada siapapun.

Melihat penderitaan putrinya, sang ibu memutuskan mengirim Oprah ke Nashville, Tennessee. Oprah tinggal bersama ayah dan ibu tirinya, Zelma. Di rumah barunya, Oprah mendapat didikan keras dan disiplin. Ia dituntut meraih nilai terbaik di sekolah. Oprah sempat frustasi dengan didikan itu. Namun, melihat perhatian dan cinta sang ayah, Oprah akhirnya bangkit.

Setelah memutuskan bergabung dengan kelompok debat di sekolahnya, ia menjuarai sejumlah kontes pidato. Tak hanya berprestasi, Oprah juga terpilih sebagai wanita terpopuler di sekolahnya. Berbagai prestasi itu akhirnya mengantarkannya meraih beasiswa di Tennessee State University. Ia belajar ilmu komunikasi.

Kehidupan Oprah membaik. Pada usia 17 tahun, ia memenangi kontes kecantikan putri kulit hitam di Tennessee.  Kemenangan itu mencuri perhatian stasiun radio kulit hitam setempat, WVOL. Di tengah kesibukan belajarnya, Oprah pun mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai pembaca berita di stasiun radio itu.

Dua tahun bekerja di WVOL, Oprah kemudian mengembangkan karier sebagai wartawan dan penyiar berita di stasiun televisi lokal, WLAC. Ia menjadi pembaca berita termuda sekaligus pembaca berita kulit hitam pertama di Nashville. Tiga tahun kemudian, pada 1976, Oprah memutuskan hijrah ke Baltimore dan bekerja sebagai pembaca berita pagi di stasiun televisi WJZ. Selanjutnya ia dipromosikan sebagai pendamping pemandu acara bincang-bincang pagi People Are Talking.

Kepiawaian Oprah memandu acara People Are Talking dilirik produser stasiun televisi WLS. Pada 1984, Oprah mendapat tawaran menarik menjadi pemandu acara bincang-bincang A.M. Chicago. Tawaran itu merupakan tantangan berat karena program tersebut tayang pada jam yang sama dengan acara yang tengah populer di Amerika, Phill Donahue.

Oprah sanggup menjawab tantangan itu. A.M. Chicago berhasil menggeser popularitas Phill Donahue. Pada saat bersamaan, Oprah menjadi bintang di 120 kota besar di Amerika Serikat. Oprah tak menyia-nyiakan momentum itu. Pada 1986, ia mendirikan rumah produksi, Harpo Production, dan melahirkan The Oprah Winfrey Show, menggantikan A.M. Chicago. 

Dalam waktu singkat, The Oprah Winfrey Show meraih sukses menjadi program acara televisi paling populer di Amerika. Acara itu ditonton 48 juta pemirsa setiap minggunya di Amerika dan disiarkan secara internasional di 126 negara. Oprah pun tumbuh menjadi selebriti dunia dan masuk dalam daftar jajaran selebriti terkaya di dunia.

Popularitas membuat Oprah mudah mengembangkan sayap. Melalui Harpo Production, ia melahirkan sejumlah film yang diadaptasi dari novel-novel cerdas seperti The Color Purple (1985), Native Son, The Women of Brewster Place (1989), Before Women Had Wings (1997), dan Beloved (1998).

Tak hanya sebagai produser, ia juga bermain peran. Bahkan berkat perannya di The Color Purple, Oprah melenggang di perhelatan Academy Award sebagai nominasi pemeran pendukung wanita terbaik. Ia juga tercatat sebagai pengisi suara sejumlah film seperti Charllotte's Web (2006), Bee Movie (2006), dan The Princess and The Frog (2009).

Oprah juga merambah usaha di dunia media dengan meluncurkan majalah O, The Oprah Magazine dan O at Home, serta mendirikan radio satelit Oprah and Friends. Dan kini, bersama Discovery Communications, ia tengah menggarap channel televisi baru, OWN: The Oprah Winfrey Network. Channel baru itu nantinya akan menggantikan program Discovery Health Channel.

Dan, melalui Oprah's Angle Network yang dibangun sejak 1998, ia melakukan penggalangan dana untuk mendukung sejumlah program kemanusiaan. Oprah juga menginvestasikan US$ 40 juta untuk membangun Oprah Winfrey Leadership Academy for Girls di Johannesburg, Afrika Utara. Sekolah untuk anak-anak perempuan kurang mampu itu mulai beroperasi pada Januari 2007.

Jiwa dermawan Oprah sempat menjadi sorotan publik ketika, pada 2004, ia membagikan 276 mobil baru senilai total US$ 7 juta kepada para penonton The Oprah Winfrey Show di studio. Mobil-mobil itu diperoleh Oprah dari General Motor melalui kegiatan marketing The Oprah Winfrey Show. Sekedar catatan, talk show yang melambungkan popularitas Oprah itu akan berakhir pada 2011, tepat di usianya ke-25 tahun. 

Kesuksesan dan kekayaan sungguh tak membuat Oprah congkak. Justru kemiskinan dan pengalaman buruk yang pernah dialami semasa kecil membuatnya tumbuh sebagai selebriti dengan jiwa sosial yang tinggi

Related Article by Categories



Widget by Uda3's Blog
Share

Tinggalkan kesan anda

Cbox Message :

Pagerank and Seo stats

There was an error in this gadget

Mohon Tinggalkan Link Anda:

Tukar Link dan Promosi Website
http://www.tirta-fajri.net/
http://sawali.info/10-1/
http://zianka-art.blogspot.com/
http://kedaiobat.co.cc/10-1/
http://Dhana Arsega.blogspot.com/
http://sudeska.net/
http://verdien.com/
http://myguidestar.blogspot.com
http://www.b-trang2u.com/_____ _____
http://hadzrin.com/_____ _____
_____ L _____
_____ M _____
_____ N _____
_____ O _____
_____ P _____
_____ Q _____
_____ R _____
_____ S _____
_____ T _____
_____ U _____
_____ V _____
_____ W _____
_____ X _____
_____ Y _____
_____ Z _____
Blogger style - inspirasi dan kreasi

Highlight