gravatar

Sarah Kusuma, Jadi Pilot Sejak 21 Tahun

 

Merasakan tantangan terbang di tengah cuaca ekstrem hingga landing di landasan pendek.

Pipiet Tri Noorastuti

Sarah Widyanti Kusuma di kediamannya. (VIVAnews/ Pipiet Tri Noorastuti)

BERITA TERKAIT

VIVAnews - Perasaan Sarah Widyanti Kusuma tak karuan saat pilot tiba-tiba mematikan mesin di kokpit. Meski jantung rasanya mau copot, wanita yang terakhir kali naik pesawat saat TK itu sekuat tenaga menahan panik. Pasrah menghadapi moncong pesawat yang siap menghujam daratan.
Wanita kelahiran 3 Maret 1988 itu tak akan pernah lupa saat-saat menegangkan yang menentukan kariernya. Saat melewati tes mental penerimaan siswa penerbang Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug.
"Jika saat itu saya muntah atau menunjukkan panik berlebihan, saya mungkin nggak akan jadi pilot," ujarnya saat ditemui VIVAnews di kediamannya, Graha Raya Bintaro Jaya, Tangerang, akhir pekan lalu.
Pada awal 2007, Sarah menjadi satu-satunya siswa wanita yang lolos dalam seleksi penerimaan calon pilot di sekolah itu. Selama dua tahun dua bulan, ia belajar mengemudikan pesawat. Dan begitu lulus, langsung menerima pinangan sebagai pilot Garuda Indonesia.
Kariernya di maskapai penerbangan terbesar di Indonesia itu cukup mulus. Tak cuma menjelajah kota-kota di pelosok Nusantara, tapi juga mendapat kepercayaan terbang ke China, Perth, dan sejumlah kota di Asia Tenggara. Jam terbangnya sudah 1.500 jam.
Tantangan di Udara
Menggeluti profesi di lahan yang didominasi pria jelas penuh tantangan. Cibiran tak hanya datang dari lingkungan kerjanya, tapi juga dari penumpang. Banyak penumpang yang merasa was-was begitu mengetahui pilotnya seorang wanita.
Tak ambil pusing, Sarah justru menerima cibiran itu sebagai pelecut semangat. "Aku buktiin minimal dari landing, karena itu yang paling terasa kan sama penumpang. Dan, akhirnya mereka merasakan kalau ternyata pilot perempuan bisa lebih bagus," ujarnya.
Sarah Widyanti KusumaJam terbang menjadi proses pembuktian diri. Merengkuh segudang pengalaman melewati berbagai rintangan. Mulai terbang di tengah cuaca ekstrem hingga mendaratkan pesawat di landasan pendek dan berteknologi rendah.
Dari puluhan bandara yang ia singgahi, Malang yang paling membuatnya paling tertantang. Selain landasan pendek, lokasinya dikelilingi gunung dan bukit.

Related Article by Categories



Widget by Uda3's Blog
Share
gravatar

pakde ikutan bonceng bole kagak ya?

gravatar

buat pakde Sulas boleh.....asal bawa balon gas.??? hore

Tinggalkan kesan anda

Cbox Message :

Pagerank and Seo stats

There was an error in this gadget

Mohon Tinggalkan Link Anda:

Tukar Link dan Promosi Website
http://www.tirta-fajri.net/
http://sawali.info/10-1/
http://zianka-art.blogspot.com/
http://kedaiobat.co.cc/10-1/
http://Dhana Arsega.blogspot.com/
http://sudeska.net/
http://verdien.com/
http://myguidestar.blogspot.com
http://www.b-trang2u.com/_____ _____
http://hadzrin.com/_____ _____
_____ L _____
_____ M _____
_____ N _____
_____ O _____
_____ P _____
_____ Q _____
_____ R _____
_____ S _____
_____ T _____
_____ U _____
_____ V _____
_____ W _____
_____ X _____
_____ Y _____
_____ Z _____
Blogger style - inspirasi dan kreasi

Highlight